BANDUNG BARAT, JABAR – Pokja Wartawan KBB menggelar Halal Bihalal bersama Pengurus dan jajarannya di Posko Pokja KBB, pada hari Jumat, 3 Maret 2026.
Kegiatan ini digelar setelah Kita semua melalui suatu bulan penuh melaksanakan puasa Ramadhan hingga mencapai kemenangan di Hari Raya Idhul Fitri.
Kegiatan dimulai dengan persiapan, Doa bersama serta siraman rohani yang di pimpin oleh Mas Toro , dilanjutkan sambutan dari Ketua Pokja Wartawan KBB M Raup, Potong Tumpeng, hingga makan bersama – sama dan ditutup dengan hiburan .
Dalam sambutannya Mas Toro menyampaikan arti dan makna dari tradisi Tumpeng tersebut yaitu hidangan nasi berbentuk kerucut (gunung) yang melambangkan rasa syukur kepada Alloh SWT, hubungan manusia dengan Sang Pencipta, serta keseimbangan alam, sering digunakan dalam syukuran .
Tumpeng sering disebut sebagai simbol “manunggaling kawulo lan Gusti” bersatunya Hamba Alloh dan Penciptaya yaitu Alloh SWT.
Makna, filosofi, dan penggunaan tumpeng:
Makna Filosofis Tumpeng
Bentuk Kerucut: Melambangkan Gunung, yaitu harapan agar kehidupan terus meningkat, dan mencapai berkah sesuai harapan.
Puncak Tumpeng: Melambangkan satu pusat kehidupan tertinggi yaitu Alloh SWT
Dasar yang Melebar: Melambangkan keragaman umat dan tingkat perilaku manusia. Konon berasal dari bahasa Jawa yen metu kudu mempeng, artinya “kalau keluar harus sungguh-sungguh” (semangat hidup).
Lauk Pauk: Melambangkan ekosistem dan isi alam semesta (hasil bumi, hewan) yang melingkari kehidupan.
Ketua Pokja Wartawan KBB menyampaikan harapannya kepada semua yang hadir, bahwa “dengan adanya kegiatan ini, maka akan semakin memperkuat tali silaturahmi dan juga meningkatkan kualitas diri,”ungkapnya dalam sambutannya .
Ketua Pokja Wartawan KBB, M. Raup, juga menekankan, bahwa Halal bihalal bukan hanya tradisi, tapi juga adalah kesempatan untuk mempererat ukhuwah Islamiyyah dan memperbaiki diri.
“Dengan halal bihalal, Kita bisa saling maaf memaafkan dan memperbarui semangat untuk terus memperbaiki diri dan turut serta maju dalam membangun Kabupaten Bandung Barat,” ujar M. Raup.
Acara ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan solidaritas dan profesionalisme di kalangan wartawan KBB, khususnya bagi seluruh media yang bergabung di Pokja Wartawan KBB.
M. Raup menambahkan, bahwa “halal bihalal juga menjadi kesempatan untuk refleksi dan evaluasi diri, sehingga wartawan KBB dapat terus meningkatkan kualitas dan integritas dalam menjalankan tugas. “Mari Kita jadikan halal bihalal sebagai langkah untuk menjadi lebih baik dan profesional,” katanya.
Acara ini dihadiri oleh para wartawan dan undangan lainnya, menciptakan suasana hangat dan penuh makna, dengan saling bergantian seluruh wartawan jurnalis Pokja Wartawan KBB saling bermaaf – maaf’an dan berbagi cerita.
M. Raup berharap momentum ini dapat memperkuat komitmen wartawan KBB untuk terus meningkatkan kualitas dan integritas dalam menjalankan tugas. “Semoga kita semua menjadi lebih baik dan profesional,” menutup sambutannya.

Narasumber Pewarta: Tim Pokja Wartawan KBB. Editor Red : Egha.













