suaramediaindonesia.com – JAKARTA, suaramediaindonesia.com – Kabar kurang sedap menimpa ribuan pekerja di ibu kota. Tepat sehari menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), sistem transaksi Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) dilaporkan mengalami kendala teknis atau maintenance mendadak pada Kamis, 30 April 2026.
Akibat gangguan ini, aliran dana gaji yang seharusnya masuk ke rekening karyawan mengalami stagnasi total. Berdasarkan informasi internal yang dihimpun, pihak Bank Indonesia mengonfirmasi adanya kendala pada sisi sistem yang mengakibatkan proses incoming maupun outgoing via SKN tidak dapat dilakukan.
Data sementara menunjukkan situasi yang cukup mengkhawatirkan. Tercatat sebanyak 793 transaksi outgoing dengan nilai mencapai Rp37.560.811.003 (tiga puluh tujuh miliar rupiah lebih) tertahan dan belum bisa diteruskan ke bank tujuan. Sementara itu, data transaksi incoming belum dapat diakses akibat sistem yang masih dalam status off.
“Karyawan yang seharusnya mendapatkan upah atas jasa dan keringatnya per tanggal 30 April ini terpaksa gigit jari. Tidak ada pergerakan dana karena sistem di BI tiba-tiba mati,” keluh salah satu pihak terdampak dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.
Pihak perbankan besar seperti Mandiri, BRI, dan BNI dilaporkan terus melakukan koordinasi intensif dan masih menunggu kepastian hingga sistem BI kembali normal.
Kondisi ini memicu gelombang keresahan, mengingat keterlambatan upah berdampak langsung pada kelangsungan hidup rakyat kecil. Tanpa gaji tepat waktu, para pekerja terancam tidak bisa membayar angsuran, utang, token listrik, hingga iuran BPJS Kesehatan yang jatuh tempo di akhir bulan.
Melalui surat terbuka yang beredar, masyarakat mendesak Menteri Keuangan dan otoritas terkait untuk segera turun tangan.
“Jangan biarkan informasi ini berlalu begitu saja. Terlebih besok adalah 1 Mei, Hari Buruh. Jangan sampai masalah teknis ini justru menyulut kegaduhan di tengah situasi ekonomi yang sedang sulit,” tegas poin dalam surat tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi mengenai kapan pemeliharaan sistem SKNBI akan selesai dan dana masyarakat bisa segera dicairkan. (red)













